5 Pastor dan 2 Biarawati Katolik Diculik di Haiti

Berita Gereja Katolik
Foto ilustrasi (Sumber: haitiarticlesinfo.blogspot.com/)

Sebanyak 5 imam Katolik dan 2 orang biarawati, juga 2 warga Prancis, diculik di Haiti pada Minggu (11/04/2021), kata juru bicara Konferensi Uskup Haiti.

Mereka diculik pada pagi hari di Croix-des-Bouquets, sebuah wilayah di timur laut ibu kota Port-au-Prince.

“Mereka diculik saat mereka dalam perjalanan menuju pelantikan pastor paroki baru,” kata Pastor Loudger Mazile seperti dilansir dari France24.com.

Para penculik menuntut uang tebusan sebesar $ 1 juta sebagai jaminan agar dapat melepaskan para sandera.

Pihak berwenang Haiti mencurigai sebuah geng bersenjata bernama “400 Mawozo” yang aktif dalam penculikan berada di balik penculikan tersebut, demikian sumber dari kepolisian setempat.

Penculikan untuk mendapatkan uang tebusan melonjak dalam beberapa bulan terakhir di Port-au-Prince dan provinsi lain di Haiti, yang mencerminkan meningkatnya pengaruh geng bersenjata di negara Karibia itu.

Sementara itu Uskup Pierre-André Dumas untuk keuskupan Anse-à-Veau dan Miragoâne mengajak semua umat Katolik berdoa bagi para sandera.

“Ini keterlaluan. Waktunya telah tiba untuk menghentikan tindakan tidak manusiawi ini,” kata Uskup Pierre-André Dumas.

“Gereja berdoa dan berdiri dalam solidaritas dengan semua korban tindakan keji ini,” sambungnya.

Pada bulan Maret, pemerintah Haiti mengumumkan keadaan darurat selama sebulan untuk memulihkan otoritas negara di daerah yang dikuasai geng, termasuk di ibu kota.

Tindakan itu dimotivasi oleh tindakan geng-geng bersenjata yang menculik orang untuk tebusan, mencuri dan menjarah properti publik dan pribadi, dan secara terbuka menghadapi pasukan nasional.

Meningkatnya kekerasan geng dan ketidakstabilan politik baru-baru ini menarik pengunjuk rasa ke jalan-jalan Port-au-Prince.

Baca juga: Pastor Katolik Diculik di Nigeria Saat Dalam Perjalanan ke Pemakaman Ayahnya

Seminggu yang lalu, ratusan pengunjuk rasa perempuan melakukan unjuk rasa di kota melawan kekuatan geng yang berkembang, yang telah menyebabkan lonjakan penculikan untuk mendapatkan uang tebusan.

Haiti, negara termiskin di Amerika, juga telah mengalami krisis politik selama berbulan-bulan.

SourceFrance24

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

PALING BANYAK DIBACA