Inilah 11 Ayat Alkitab tentang Pernikahan Kudus

Ayat Alkitab tentang pernikahan kudus
Ayat Alkitab tentang pernikahan kudus (Foto: Pixabay.com/Pexels)

11 Hal yang Alkitab Katakan tentang Pernikahan Kudus, Gerejawi.com – Pernikahan adalah janji suci, sehidup semati antara sepasang pria dan wanita. Alkitab menawarkan banyak ayat yang akan membimbing pasangan suami istri, baik yang akan menikah, baru menikah dan yang telah lama menikah.

Entah saat ini kamu sudah menikah atau bertunangan, ayat-ayat berikut ini akan membantumu mempersiapkan dan membimbing kehidupan pernikahan kamu setiap hari.

Baca juga: Ini 10 Nasihat Paus Fransiskus untuk Semua Pasangan di Seluruh Dunia. Baca dan Laksanakan!

Berikut ini kami kumpulan 11 ayat Alkitab yang akan memberikan banyak terang bagi jalan pernikahan kamu. Bacalah dalam doa, agar kehidupan pernikahanmu selalu harmonis, bahagia dalam lindungan Tuhan dan langgeng selamanya.

11 hal yang Alkitab katakan tentang pernikahan suci :

1. Kejadian 2: 22-24

Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

2. Amsal 12: 4

Istri yang baik adalah kebanggaan dan kebahagiaan suaminya, istri yang membuat suaminya malu adalah bagaikan penyakit tulang yang menggerogoti.

3. Amsal 18:22

Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan TUHAN.

4. Amsal 19:14

Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.

5. Amsal 20: 6-7

Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? Orang benar yang bersih kelakuannya berbahagialah keturunannya.

6. Amsal 31:10

Seorang istri yang berbudi luhur, siapa dapat menemukannya? Ya, nilainya jauh melebihi permata.

7. Ulangan 24: 5

Ketika seorang pria baru saja mengambil istri, dia tidak boleh pergi berperang, dan tentang hal apa pun tidak boleh ditugaskan kepadanya. Ia harus bebas berada di rumahnya selama satu tahun dan benar-benar bergembira dengan istrinya yang telah dia ambil.

8. Matius 19: 4-6

Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

9. 1 Korintus 7: 1-16

Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah. Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku. Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu. Kepada orang-orang yang telah kawin aku–tidak, bukan aku, tetapi Tuhan–perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya. Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya. Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu. Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus. Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera. Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu?

10. Efesus 5: 22-23

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

11. Kolose 3: 18-19

Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

Baca ya : 7 Manfaat Luar Biasa Jika Selalu Berdoa Bersama Pasangan. Mari Lakukan!

Share jika artikel ini bermanfaat buatmu. Semoga artikel ini juga beramnfaat bagi semua orang. 

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

PALING BANYAK DIBACA